Rabu, 08 Juni 2011

GANGGUAN JIWA

GANGGUAN JIWA
Jangan menganggap bahwa apa yang menimpa anda sebagai aib yang menunjukan kelemahan diri anda. Jangan pula menganggap semua itu adalah kutukan atau siksaan Tuhan. Saya pribadi selalu menganggap apa yang saya alami adalah ujian dari Tuhan.

Orang-orang yang mengalami gangguan mental adalah orang-orang yang bermental kuat, mengapa? Bukankah Tuhan tidak akan menguji seseorang melebihi batas kekuatannya? Tuhan lebih tahu tentang diri Anda dibanding Anda sendiri, Tuhan tahu betul batas kekuatan fisik dan mental Anda. Tuhan tidak akan menguji Anda dengan derita batin yang berat, jika Tuhan menganggap Anda tidak akan mampu mengatasinya. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan apa pun bagi seseorang yang mengalami derita jiwa untuk merasa malu, merasa diri lemah atau bahkan hina. Anda setuju dengan pendapat saya ini?

Tidak mudah memang mengatasi gangguan jiwa, tidak mudah meredakan gejolak batin kita sendiri. Tetapi bukan berarti derita jiwa tak bisa diatasi. Memang, butuh usaha keras, kesabaran dan semangat pantang menyerah untuk mengatasi derita jiwa. Tapi saya yakin, derita batin yang anda alami akan membuat anda semakin tahu dan mengenali siapa diri anda yang sebenarnya. Jika anda mampu mengatasi semua ujian berat itu, anda akan menjadi pribadi yang tangguh luar dalam, tangguh fisik dan mental, percayalah!
Pergulatan mengatasi derita batin adalah perang berat melawan pikiran-pikiran negatif diri anda sendiri. Hanya ada dua pilihan bagi anda: menyerah dan kalah atau bangkit, melawan dan memenangkan perang.

Jika anda membutuhkan bantuan. Jangan malu untuk memohon bantuan dan pertolongan. Dan Jika anda mampu membantu, jangan segan mengulurkan tangan, membantu yang membutuhkan. Saat anda berhasil membantu seseorang mengatasi masalahnya, anda akan merasakan kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi. Kepuasan batin (menurut saya) merupakan salah satu obat mujarab untuk menyembuhkan derita jiwa. Saat anda menolong atau membantu orang lain, hakikatnya anda juga membantu diri anda sendiri.

Problem kejiwaan memang sangat komplek dan rumit. Mengobati gangguan jiwa tidak semudah mengobati gangguan fisik. Gangguan jiwa tidak bisa dideteksi hanya dengan panca indera, Bahkan dengan peralatan kedokteran yang canggih sekalipun. Hanya si penderitanya sendiri yang bisa merasakan betapa pedih dan tersiksanya jiwa. Lebih berat lagi jika orang-oang di sekitar anda (anak, istri, saudara kerabat, teman atau sahabat) tidak mengerti apa yang anda rasakan. Namun, masalah seberat apa pun pasti ada jalan keluarnya. Setiap penyakit pasti ada obatnya, hanya mungkin anda belum menemukannya.

Jika Anda sudah berusaha semampu anda untuk mengatasi derita batin yang anda alami, diantaranya mungkin dengan membaca buku-buku psikologi dan buku-buku self help, konsultasi dengan psikolog atau psikiater, teruskan saja! Namun, terapi pikiran saja tidak cukup, selain mengubah sikap dan keyakinan-keyakinan kita yang keliru, yang lebih penting adalah mempraktikan apa-apa yang kita pelajari. Contoh: Jika anda takut dan malu berbicara di depan umum, maka selain merubah keyakinan bahwa berbicara di depan umum bukan sesuatu yang menakutkan, anda juga (jika ada kesempatan) harus berani mencoba berbicara di depan umum. Dan praktik nyata seperti itu tidak cukup hanya dilakukan sekali dua kali, tetapi berulang kali sampai anda tidak takut lagi—paling tidak sedikit berani—berbicara di depan umum.

Tidak mudah memang untuk melakukan semua itu, saya juga pernah merasakannya. Untuk melakukan tindakan yang menantang pikiran-pikiran negatif kita sendiri—yang telah tertanam begitu lama dan kuat—butuh tekad kuat, kemauan dan yang terpenting keberanian untuk bertindak. Berani dalam arti tidak takut diejek, diolok-olok, dihina dan ditertawakan jika kita gagal melakukannya. Tapi jika anda berhasil melakukan apa yang selama ini sangat anda takuti, anda akan merasakan kepuasan batin tersendiri. Kenyataan (menurut pengalaman saya), tidak seseram seperti yang kita bayangkan.

Seorang praktisi kesehatan mental mengatakan, “Jika anda takut gagal, maka anda memerlukan pengalaman gagal sebayak-banyaknya sampai rasa takut gagal itu hilang”. Saya sudah mencoba mempraktikkannya, hasilnya ternyata sangat positif. Kegagalan-kegagalan yang saya alami, membuat ketakutan saya berkurang. Bahkan saat saya gagal sekalipun, saya tidak merasa tertekan. Ternyata walaupun kita gagal dan mungkin ditertawakan atau diejek orang, toh ternyata dunia tidak kiamat.

Jika sekarang anda merasa malas dan putus asa, itu wajar dan manusiawi. Tapi jangan biarkan keputusasaan menguasai pikiran anda. Buang jauh-jauh kemalasan dan keputusasaan. Semua itu adalah musuh terbesar dalam diri Anda. Menyerah berarti kalah! Anda harus bangkit, melawan sampai akhirnya memenangkan “perang berat” ini.

Selain berusaha, jangan lupa berdo`a, memohon kepada Tuhan. Dekatkan diri kepada-Nya, maka anda akan merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa. Tuhan mendengar do`a-do`a anda. Kalaupun Tuhan (menurut angapan anda) belum mengabulkan do`a anda, mungkin Tuhan punya maksud lain. Tuhan maha tahu tentang diri anda dibanding anda sendiri. Jangan sekali-kali berburuk sangka kepada-Nya. Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.

Saya senang, jika melalui blog ini, saya bisa membantu mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang sedang anda hadapi. Jika saat ini anda membutuhkan dukungan dan bantuan, mudah-mudahan suatu saat nanti jika kondisi kejiwaan anda sudah pulih, anda bisa membantu orang lain yang mengalami masalah kejiwaan.
































5 HAL YANG MEMPENGARUHI KONDISI KEJIWAAN

Sebagian besar manusia mengalami penyakit kejiwaan, karena sebagian orang merasa cemas,takut,frustasi,gelisah dalam menghadapi masa depan atau sesuatu yang belum jelas, dan ada juga yang sering merasa kesepian walau memiliki banyak harta dan keluarga. Penyakit kejiwaan ini menjangkiti tanpa pandang bulu termasuk kaum remaja.menurut hasil penelitian lembaga yang ada di new zealand yang mengkaji kejiwaan dan fisiologis, angka bunuh diri di dunia meningkat dari 14% pada 1995 menjadi 23% pada 2005 jadi anda perkirakan saja kalau di tahun 2015 jika anda tidak bisa mengatasinya, yang menyebabkan hal ini ialah:

1. Kemajuan dan pertumbuhan yang begitu cepat
Belakangan ini kita melihat dunia berjalan begitu pesat. Segala sesuatu bergerak cepat dan alat2 yang serba cepat: mobil,pesawat,dan alat2 yang dapat bekerja cepat seperti halnya makanan yang cepat saji yang tidak memiliki nilai gizi yang dapat memicu kanker dan obesitas,
Amatilah kehidupan di sekitar anda: semua berjalan begitu cepat, bukan berarti kecepatan tidak bermanfaat, tapi kecepatan juga menjadi salah satu penyebab kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan yang sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan.
2. Perubahan
Segala sesuatu berubah secepat perputaran dunia karena sewaktu di tahun 60-90 an barang atau jasa yang merajai pasar dunia.tetapi sekarang, perubahan terus terjadi setiap jam sampai 6 bulan kemudian dan biasanya segala jenis hal2 yang ada di dunia berubah dengan sangat cepat, kondisi ini memang memiliki nilai positif, namun di sisi lain, mengambil keputusan jadi lebih sulit dengan seiringnya perubahan dan juga perubahan yang membuat orang jadi lebih sulit dengan seiringnya perubahan dan juga perubahan yang membuat orang sulit mencari kerja karena tidak mampu menggunakan alat elektronik baru. Jadi, perubahan dan kecepatan menjadi penyebab seseorang terdepak dari tempat yang nyaman dan aman. Eksistensi diri dan keberlangsungan hidup terancam. Ia akan cemas,takut, dan mengalami stres berat.
3. Persaingan
Faktor ke 3 adalah persaingan ketat yang di sebabkan perubahan dan kecepatan itu.pada tahun 1964, universitas harvard melakukan penelitian tentang perubahan kecepatan dan persaingan. Kesimpualannya, dunia akan menyaksikan perubahan besar-besaran yang belum terlihat sebelumnya sehingga persaingan terjadi begitu ketat. Jika seseorang tidak dapat cepat menyesuaikan diri dengan kecepatan yang mewarnai dunia dan tidak segera beradaptasi dengan perubahan besar-besaran ini, dan tidak kreatif dalam memberikan sesuatu yang baru serta berbeda maka ia akan tertinggal di segala bidang, dalam kepribadian hal ini melahirkan penyakit kejiwaan dan penyakit fisik, seperti meningkatnya tekanan darah, diabetes dan jantung.
4. Kehilangan semangat
Hilang semangat adalah kondisi jiwa yang sering kita alami dari waktu ke waktu. Kondisi ini emmbuat kita enggan melakukan sesuatu, meski sederhana. Hal ini merasa perbuatannya tidak berguna, kehilangan semangat menyebabkan kehilangan banyaknya kesempatan, dan juga orang-orang yang kehilangan semangat biasanya melakukan hal-hal yang berlebihan tanpa di sadari. makan mesti tidak lapar, menonton tv terus-menerus sehingga tidak memikirkan apa-apa. Adapula yang merokok, minum-miniman keras dan mengkonsumsi narkoba. Hal-hal ini negatif sebenarnya dan semua ini mempengaruhi kondisi kejiwaan kita dan menyebabkan stress,cemas, takut, gelisah, frustasi, dsb.
5. Desakan internal
Hal ini berasal dari ketergantungan akan sesuatu dan hal lainnya seperti merokok, minuman keras, dan mengkonsumsi narkoba. Teapi kebanyakan orang ketergantungan akan rokok yaitu jika tidak akan di lakukan akan membuat anda merasakan seperti kehilangan selera, tidak bergairah dalam melakukan sesuatu, dsb. Hal ini salah satu factor kejiwaan yang negatif karena ketergantungan pada hal-hal yang kurang bermanfaat.
Akan tetapi, semua hal ini bersumber dari pikiran anda. Jadi, pintar-pintarlah untuk mengembangkan pikiran-pikiran yang positif agar dapat mengembalikan kestabilan jiwa dan hal ini telaj di setujui 75 % perguruan tinggi dunia bahwa penyakit kejiwaan di sebabkan oleh pikiran.












Taukah Anda ???
Memang, pikiran bukanlah sesuatu yang dapat dilihat dan diraba seperti halnya fisik. Tetapi Anda perlu melatihnya sebagaimana upaya Anda menyehatkan fisik! Seperti halnya pada fisik, Anda pun perlu melakukan olahraga untuk pikiran Anda. Tapi bagaimana caranya... ? Mungkin saran dari Phil Krumft dari Dreamlife.com berikut ini bisa Anda praktekkan:

Singkirkan rutinitas Anda
Seseorang yang terpaku pada kegiatan ritual yang sama setiap harinya maka pola pikirnya pun akan mengikuti pola yang sama, begitu pula dengan emosinya. Maka, sesekali singkirkan rutinitas Anda. Lakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Misalnya lakukan perjalanan ke kantor lewat jalur yang berbeda dari yang biasa Anda lewati. Anda juga bisa makan siang pada waktu dan tempat yang berbeda. Gunakan busana yang lain dari hari-hari kemarin. Sesuatu yang baru, diyakini dapat menyegarkan pikiran dan berdampak positif bagi Anda.

Cobalah sesuatu yang baru bagi mental Anda
Banyak sekali kelas kursus atau organisasi bagi orang dewasa yang dapat Anda ikuti untuk memperluas wawasan berpikir Anda. Dan Anda bisa memilihnya salah satu. Misalnya kursus merangkai bunga, kursus montir mobil, memasak, atau mengikuti organisasi pecinta alam. Keikutsertaan Anda dalam aktivitas tersebut dapat memberi kekayaan batin dan menambah wawasan Anda. Walau mungkin apa yang Anda pelajari tidak langsung Anda butuhkan dalam kehidupan sehari-hari tapi kegiatan itu dapat merangsang kerja otak dan pikiran Anda yang tengah jenuh dalam rutinitas.

Lakukan aktivitas yang baru bagi fisik Anda
Meskipun latihan ini dalam rangka menyegarkan pikiran Anda, tetapi Anda dianjurkan juga untuk melakukan aktivitas fisik yang baru. Karena, pikiran akan bekerja lebih aktif selama Anda melakukan kegiatan fisik. Anda bisa melakukan olahraga yang belum pernah Anda coba atau rekreasi ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Pikiran Anda akan bekerja lebih aktif selama Anda melakukan aktivitas baru tersebut, tanpa Anda sadari. Dan Anda pun akan merasakan kepuasan dan ketenangan batin yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya!

Konsumsi berbagai macam bacaan
Bacaan yang variatif selain dapat memperkaya wawasan dan intelektualitas, juga dapat menambah pengalaman batin Anda. Maka, jangan terfokus hanya pada satu jenis bacaan. Jika selama ini Anda doyan melahap bacaan politik atau teknologi, bacalah novel-novel dengan cerita romantis. Baca juga berita-berita olahraga, fashion, gosip, kesehatan, dsb. Percayalah, bacaan yang variatif ini akan membuat pikiran Anda lebih 'fresh' dari sebelumnya.

Sempatkan meditasi setiap hari
Meditasi berguna sebagai relaksasi dan peregangan otot-otot pikiran Anda. So, sebelum Anda memulai aktivitas harian, lakukan meditasi beebrapa saat. Lakukan di tempat yang cukup tenang dan nyaman. Pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, dan lepaskan beban pikiran Anda. Kosongkan otak Anda, seperti halnya isi batre handhone yang terkuras kemudian di charge lagi. Ulangi latihan ini setiap harinya.

Nah sudahkah Anda melakukannya..? Jika saat ini Anda tengah terpuruk dalam kejenuhan, stres dan mengalami kemunduran berpikir, cobalah lakukan latihan penyegaran bagi otak dan pikiran Anda. Usai melakukannya, niscaya Anda akan menjadi sosok yang lebih bersemangat dan positif memandang hidup ini. Sukses untuk Anda... !
abidinblog.blogspot.com/.../kesehatan-dan-gangguan-jiwa.html
faperta.ugm.ac.id/articles/kesehatan_jiwa.pdf -

skizofrenia

Skizofrenia adalah diagnosis psikiatri yang menjelaskan gangguan mental yang ditandai dengan kelainan pada persepsi atau ungkapan dari realitas. Distorsi dalam persepsi dapat mempengaruhi semua lima indera, termasuk penglihatan, pendengaran, penciuman rasa, dan sentuhan, tapi paling sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau aneh, atau suara tidak teratur dan berpikir dengan disfungsi sosial atau pekerjaan yang signifikan. Timbulnya gejala biasanya terjadi pada dewasa muda, dengan sekitar 0,4-0,6% dari populasi yang terkena dampak. Diagnosa didasarkan pada diri pasien-melaporkan pengalaman dan mengamati perilaku. Ada tes laboratorium untuk skizofrenia saat ini ada.
Studi menunjukkan bahwa genetika, lingkungan awal, neurobiologi, proses psikologis dan sosial adalah faktor penyebab penting; beberapa obat rekreasi dan resep tampak menyebabkan atau memperburuk gejala. penelitian psikiatri kini difokuskan pada peran neurobiologi, tapi tidak ada penyebab organik tunggal telah ditemukan. Sebagai hasil dari banyak kemungkinan kombinasi gejala, ada perdebatan tentang apakah diagnosis merupakan gangguan tunggal atau beberapa sindrom diskrit. Untuk alasan ini, Eugen Bleuler disebut penyakit yang schizophrenias (jamak) ketika ia menciptakan nama. Meskipun etimologinya, skizofrenia adalah tidak sama dengan gangguan identitas disosiatif, sebelumnya dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda atau kepribadian ganda, dengan yang telah keliru bingung.
Peningkatan aktivitas dopamin di jalur mesolimbic otak secara konsisten ditemukan pada individu skizofrenia. Perawatan yang utama adalah obat antipsikotik, obat jenis ini terutama bekerja dengan menekan aktivitas dopamin. Dosis antipsikotik umumnya lebih rendah dibandingkan pada awal dekade penggunaannya. Psikoterapi, dan rehabilitasi kejuruan dan sosial juga penting. Dalam kasus yang lebih serius - di mana ada resiko untuk diri sendiri dan orang lain - rumah sakit tak sadar mungkin diperlukan, walaupun tetap rumah sakit kurang sering dan untuk waktu yang lebih pendek dari mereka berada di waktu sebelumnya.
Kelainan ini diduga terutama mempengaruhi kognisi, tetapi juga biasanya memberikan kontribusi untuk masalah kronis dengan perilaku dan emosi. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki tambahan (komorbiditas) kondisi, termasuk depresi mayor dan gangguan kecemasan, masa terjadinya penyalahgunaan zat adalah sekitar 40%. masalah sosial, seperti jangka panjang, kemiskinan pengangguran dan tunawisma, adalah biasa. Selain itu, harapan hidup rata-rata orang dengan gangguan ini adalah 10 sampai 12 tahun kurang dari mereka yang tidak, karena meningkatnya masalah kesehatan fisik dan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi.
Skizofrenia terjadi sama pada laki-laki dan perempuan, walaupun biasanya muncul lebih awal pada pria - usia puncak onset adalah 20-28 tahun untuk pria dan 26-32 tahun untuk wanita. Onset pada anak usia lebih jarang, seperti di tengah onset usia atau tua. Prevalensi skizofrenia seumur hidup - proporsi individu diharapkan dapat mengalami penyakit pada setiap saat dalam kehidupan mereka - umumnya diberikan sebesar 1%. Namun, tinjauan 2002 sistematis dari banyak penelitian menemukan prevalensi seumur hidup 0,55%. Meskipun kebijaksanaan menerima bahwa skizofrenia terjadi pada tingkat yang sama di seluruh dunia, dengan prevalensi bervariasi di seluruh dunia, dalam negara, dan pada tingkat lokal dan lingkungan. Salah satu temuan khususnya stabil dan ditiru telah asosiasi antara hidup di lingkungan perkotaan dan diagnosis skizofrenia, bahkan setelah faktor-faktor seperti penggunaan narkoba, kelompok etnis dan ukuran kelompok sosial telah dikendalikan untuk. Skizofrenia dikenal menjadi penyebab utama kecacatan. Dalam sebuah penelitian 1999 dari 14 negara, psikosis aktif menduduki peringkat kondisi ketiga paling mematikan setelah quadriplegia dan demensia dan depan paraplegia dan kebutaan.
Account dari sindrom skizofrenia seperti dianggap langka dalam catatan sejarah sebelum tahun 1800-an, meskipun laporan perilaku irasional, tidak dapat dimengerti, atau tidak terkendali yang umum. Ada penafsiran bahwa catatan singkat di Mesir Kuno papirus Ebers dapat diartikan skizofrenia, tapi review lain tidak disarankan hubungan apapun. Sebuah tinjauan literatur Yunani dan Romawi kuno menunjukkan bahwa meskipun psikosis itu dijelaskan, tidak ada rekening kondisi yang memenuhi kriteria untuk skizofrenia. Aneh keyakinan psikotik dan perilaku yang mirip dengan beberapa gejala skizofrenia dilaporkan dalam literatur Arab medis dan psikologis selama Abad Pertengahan. Dalam The Canon of Medicine, misalnya, Ibnu Sina menggambarkan sebuah kondisi yang agak menyerupai gejala skizofrenia yang ia sebut Mufrit Junun (gila berat), yang dibedakan dari bentuk-bentuk lain dari kegilaan (Junun) seperti mania, rabies dan psikosis manic depressive. Namun, tidak ada kondisi yang menyerupai skizofrenia dilaporkan di Şerafeddin Sabuncuoğlu's Imperial Bedah, sebuah buku kesehatan besar Islam pada abad 15. Mengingat bukti-bukti sejarah terbatas, skizofrenia (seperti lazim seperti sekarang ini) mungkin suatu fenomena modern, atau sebagai alternatif mungkin telah dikaburkan dalam tulisan-tulisan sejarah oleh konsep-konsep terkait seperti melankoli atau mania.
Sebuah laporan rinci kasus pada 1797 tentang James Tilly Matthews, dan rekening oleh Phillipe Pinel diterbitkan pada tahun 1809, sering dianggap sebagai kasus awal skizofrenia dalam literatur medis dan kejiwaan. Skizofrenia pertama kali digambarkan sebagai sindrom yang berbeda yang mempengaruhi remaja dan dewasa muda oleh Benedict Morel pada tahun 1853, disebut précoce démence (harfiah 'demensia awal'). Dementia praecox Istilah ini digunakan pada tahun 1891 oleh Arnold Pick dalam laporan kasus gangguan psikotik. Pada tahun 1893 Emil Kraepelin memperkenalkan perbedaan baru yang luas dalam klasifikasi gangguan mental antara praecox demensia dan gangguan mood (manik depresi disebut dan termasuk depresi unipolar dan bipolar). Kraepelin percaya bahwa praecox demensia terutama penyakit otak, dan khususnya suatu bentuk demensia, dibedakan dari bentuk-bentuk lain dari demensia, seperti penyakit Alzheimer, yang biasanya terjadi di kemudian hari. Klasifikasi Kraepelin perlahan-lahan memperoleh penerimaan. Ada keberatan terhadap penggunaan "demensia" Istilah meskipun kasus pemulihan, dan beberapa pembelaan diagnosa diganti seperti kegilaan remaja.
The skizofrenia kata - yang diterjemahkan secara kasar sebagai "pemecahan dari pikiran" dan berasal dari akar schizein Yunani (σχίζειν, "untuk split") dan phrēn, phren-(φρήν, φρεν-, "pikiran") - diciptakan oleh Eugen Bleuler pada tahun 1908 dan dimaksudkan untuk menggambarkan pemisahan fungsi antara kepribadian, berpikir, memori, dan persepsi. Bleuler menggambarkan gejala-gejala utama 4 A: Mempengaruhi diratakan, Autisme, gangguan Asosiasi ide dan ambivalensi. Bleuler menyadari bahwa penyakit itu bukan demensia karena beberapa pasien membaik daripada memburuk dan karenanya mengusulkan istilah skizofrenia sebagai gantinya.
Istilah skizofrenia sering disalahpahami berarti bahwa orang-orang yang terkena dampak memiliki "kepribadian ganda". Meskipun beberapa orang didiagnosis dengan skizofrenia mungkin mendengar suara-suara dan mungkin mengalami suara sebagai kepribadian yang berbeda, skizofrenia tidak melibatkan orang berubah antara kepribadian ganda yang berbeda. Kebingungan muncul sebagian karena makna dari istilah skizofrenia Bleuler's (harfiah "split" atau "pikiran hancur"). Penyalahgunaan dikenal pertama dari istilah yang berarti "kepribadian ganda" di sebuah artikel oleh penyair TS Eliot pada tahun 1933.
Pada paruh pertama abad kedua puluh skizofrenia dianggap sebagai suatu kecacatan turun-temurun, dan penderita yang dikenakan eugenika di banyak negara. Ratusan ribu orang disterilkan, dengan atau tanpa persetujuan - mayoritas di Nazi Jerman, Amerika Serikat, dan negara-negara Skandinavia. Bersama dengan orang lain berlabel "mental tidak layak", banyak didiagnosa skizofrenia dibunuh dalam program Nazi "Aksi T4".
Pada awal 1970-an, kriteria diagnostik untuk skizofrenia adalah subjek dari sejumlah kontroversi yang akhirnya mengarah pada kriteria operasional digunakan saat ini. Ini menjadi jelas setelah Diagnostik 1971 AS-Inggris Studi yang didiagnosis skizofrenia ke tingkat yang jauh lebih besar di Amerika daripada di Eropa. Hal ini sebagian karena kriteria diagnostik looser di AS, yang menggunakan manual DSM-II, kontras dengan Eropa dan perusahaan-ICD 9. 1972 studi David Rosenhan's, diterbitkan dalam jurnal Science di bawah judul Pada waras berada di tempat gila, menyimpulkan bahwa diagnosis skizofrenia di Amerika Serikat sering subjektif dan tidak dapat diandalkan. Ini adalah beberapa faktor dalam memimpin ke revisi tidak hanya atas diagnosa skizofrenia, tapi revisi dari manual DSM keseluruhan, sehingga dalam publikasi DSM-III pada tahun 1980. Sejak tahun 1970 lebih dari 40 kriteria diagnostik untuk skizofrenia telah diajukan dan dievaluasi.
Di Uni Soviet diagnosis skizofrenia juga telah digunakan untuk kepentingan politik. Soviet menonjol psikiater Andrei Snezhnevsky dibuat dan dipromosikan dengan tambahan sub-klasifikasi lambat berkembang skizofrenia. diagnosis ini digunakan untuk mendiskreditkan dan cepat memenjarakan para pembangkang politik sementara pengeluaran dengan percobaan berpotensi memalukan. Praktek terkena Barat oleh sejumlah pembangkang Soviet, dan pada tahun 1977 Asosiasi Psikiater Dunia mengutuk praktek Soviet di Keenam World Congress of Psychiatry. Daripada membela teorinya bahwa bentuk laten skizofrenia menyebabkan pembangkang untuk melawan rezim, Snezhnevsky melanggar semua kontak dengan Barat pada tahun 1980 dengan mengundurkan diri posisi kehormatan di luar negeri.
Stigma sosial telah diidentifikasi sebagai suatu hambatan yang besar dalam pemulihan pasien dengan skizofrenia. Dalam sampel, besar perwakilan dari sebuah studi tahun 1999, 12,8% orang Amerika percaya bahwa individu dengan skizofrenia yang "sangat mungkin" untuk melakukan sesuatu kekerasan terhadap orang lain, dan 48,1% mengatakan bahwa mereka "agak mungkin" untuk. Lebih dari 74% mengatakan bahwa orang dengan skizofrenia yang baik "tidak terlalu mampu" atau "tidak dapat sama sekali" untuk membuat keputusan mengenai pengobatan mereka, dan 70,2% mengatakan hal yang sama keputusan manajemen uang. Persepsi individu dengan psikosis sebagai kekerasan memiliki lebih dari dua kali lipat prevalensi sejak tahun 1950, menurut satu analisis meta.